Tagged: Islami

Hal-hal yg dapat membatalkan ibadah Puasa

berikut ini ane mau berbagi ilmu yg ane dapatkan dari guru ane tentang apa-apa yg dapat membatalkan ibadah puasa.

1. Masuknya sesuatu benda ke dalam tubuh.
Masuknya suatu benda ke dalam tubuh seperti makanan, minuman, ataupun yg lainnya, atau masuk kejaringan otak seperti obat yg dimasukkan melalui hidung maka akan membatalkan puasanya.
Dan juga akan membatalkan puasanya jika benda tersebut masuk melalui lubang-lubang yg terbuka seperti mulut, telinga, hidung, dubur dan lain-lain.

Akan tetapi jika hal tersebut masuk melewati lobang-lobang selain itu tidak membatalkan puasanya, seperti suatu benda yg masuk ke kelopak mata, termasuk memakai obat tetes mata, dan juga masuknya air lewat pori-pori.

Dan jika masuknya suatu benda ke dalam tubuh karena lupa atau dipaksa seseorang yg mengancam keselamatan dirinya, maka tidak membatalkan puasanya.

2. Bersetubuh.
Bersetubuh di siang bulan ramadhan akan membatalkan puasanya.

Yg dimaksud bersetubuh disini adalah masuknya “zakar” ke dalam “vagina” seorang wanita, baik itu istrinya sendiri ataupun bukan istrinya, mengalami orgasme atau tidak, sebentar atau lama, maka batal lah puasa keduanya, kecuali dilakukannya karena lupa, atau dipaksa yg akan mengancam keselamatan dirinya.

3. Haid dan Nifas
jika seorang wanita yg berpuasa, kemudian keluar darah haid atau nifas sebelum terbenamnya matahari hari itu (waktu buka), maka batallah puasanya, walaupun darah yg keluar hanya sedikit.

4. Melahirkan.
Jika pada saat berpuasa seorang wanita melahirkan, maka batal lah puasanya, baik anak yg dilahirkan sempurna atau keguguran, dan walaupun baru berupa segumpal darah.

5. Sengaja memuntahkan sesuatu dari perut.
Berusaha memuntahkan sesuatu dari dalam perut saat berpuasa sangat dilarang, dan apabila keluar sesuatu dari dalam perut dari usaha tersebut, maka batallah puasanya.

Lain halnya jika keluarnya sesuatu dari dalam perut karena tidak disengaja, seperti sakit atau mabuk perjalanan, maka tidak membatalkan puasanya, akan tetapi ia wajib berkumur-kumur sehingga sisa muntahannya tidak masuk lagi ke dalam perut.

6. Istimna'
istimna’ ialah berusaha mengeluarkan air mani (sperma) dgn cara onani/masturbasi, baik dgn tangannya sendiri ataupun dgn tangan orang lain, dgn alat atau tidak.
Begitu pula jika keluarnya karena berciuman atau berpelukan, maka batallah puasanya.

Akan tetapi tidak batal puasanya jika yg keluar hanya air “madzi”, juga tidak batal pula jika keluarnya mani disebakan karna ihtilam (mimpi).

7. Murtad.
Batallah puasanya Orang yg murtad, walaupun hanya sebentar lalu ia mengucapkan 2 kalimat syahadat lagi.

Baik murtadnya dgn perkataan seperti mencela ALLAH, dgn pekerjaan seperti menyembah berhala, ataupun dgn niat, seperti niat akan keluar dari Islam.

8. Gila
apabila seorang yg berpuasa tiba-tiba gila, maka batallah puasanya, walaupun hanya sebentar. Akan tetapi ia tidak wajib men-qodho’ puasanya.

Dan apabila ia sadar sebelum matahari terbenam di hari itu, maka ia disunnahkan untuk “imsyak” atau menahan diri dari apa-apa yg membatalkan puasa, dan disunnahkan men-qodho puasanya.

9. Pingsan atau mabuk
Pingsan dan mabuk termasuk pekerjaan yg membatalkan puasa, asalkan terjadi sepanjang hari, ya itu dari mulai terbitnya fajar shodiq sampai werbenamnya matahari.

Akan tetapi jika seseorang tidur dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, maka tidak lah batal puasanya.
————————
dinukil dari kitab : “SUDAH SAHKAH PUASA ANDA ?” Karangan Ustadz Saggaf Hasan Baharun,
S.HI.
Pemimpin yayasan Pondok Pesantren
Darullughoh Wadda’wah.

Kecintaan Rosulullah SAW. kepada umatnya

kaligrafi%2bnabi%2bmuhammad%2bsaw_2.jpg
Ketika surga dan neraka telah terkunci, dan semua umat manusia telah dimasukkan ke dalam surga dan neraka sesuai dengan amalannya dan mereka telah menikmati ganjaran atau merasakan hukuman atas apa yang mereka kerjakan dalam waktu yang begitu lama, Allah SWT menanyakan kepada Malaikat Jibril, subhanallah sesungguhnya Allah Mahatahu,
“Apakah ada umat Muhammad SAW yang masih tertinggal di dalam neraka ?”

Maka Malaikat Jibril pun pergi ke neraka, neraka yg begitu gelap tiba-tiba berubah menjadi terang benderang karena kedatangan Jibril.

Para penghuni Jahanam pun bertanya- tanya, siapakah yang datang, mengapa Jahanam tiba-tiba-tiba terang benderang.

Malaikat Jibril pun menjawab bahwa dia adalah Malaikat Jibril, yang diutus oleh Allah SWT. untuk mencari apakah ada umat Muhammad SAW. yang masih terselib di neraka Jahanam.

Tiba-tiba sekelompok orang berteriak,
“Sampaikan salam kami kepada Rasulullah SAW, beri tahukan keadaan kami di tempat ini kepada beliau."

Jibril pun keluar dari neraka Jahanam dan pergi ke surga untuk memberitahukan hal itu kepada Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW. begitu bersedih mendengar bahwa masih ada umatnya yang tertinggal di dalam neraka dalam waktu yang sudah begitu lama. Beliau tidak ridha ada umatnya yang masih tertinggal di neraka walau dosanya sepenuh bumi.

Rasulullah SAW pun bergegas hendak pergi neraka,
Tapi di perjalanan beliau terhadang oleh garis batas Malaikat Israfil. Tidak ada seorang pun boleh melintasi garis itu kalau tidak seizin Allah SWT.

Rasulullah SAW pun mengadu kepada Allah SWT, dan akhirnya beliau diizinkan. Tapi sesudah itu Allah SWT mengingatkan Rasulullah bahwa umat itu telah meremehkan beliau.
“Ya Allah, izinkan aku memberi syafa ’at kepada mereka itu walau mereka punya hanya punya iman sebesar zarrah.”

Sesampainya Rasulullah di neraka Jahanam, padamlah api neraka yang begitu dahsyat itu.

Penduduk Jahanam pun berucap,
“Apa yang terjadi, mengapa api Jahanam ini tiba-tiba padam?
Siapakah yang datang lagi ?”
Rasulullah SAW menjawab,
“Aku Muhammad SAW yang datang, siapa di antara kalian yang jadi umatku dan punya iman sebesar zarrah, aku datang untuk mengeluarkannya.”

Kita lihat.. demikianlah kecintaan Rasulullah kepada umatnya, beliau akan memperjuangkannya sampai di hadapan Allah SWT.
Lalu bagaimana kecintaan kita sebagai umat Rasulullah SAW kepada pribadi yang begitu agung itu?

apakah kita telah melakukan apa yg telah beliau perintahkan???
apakah kita telah menghindari dari apa2 yg telah beliau larang???
apakah telah kita dawamkan sunnah2 yg beliau kerjakan???
apakah kita telah bershalawat kepada beliau seperti yg ALLAH SWT. firmankan di dalam AL-QURAN???

"Sesungguhnya ALLAH dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada nabi Muhammad, wahai orang-orang yg beriman, bershalawat-lah kalian kepadanya, dan bersalamlah kalian dgn salam yg sebaik-baiknya".

sumber: Madinatul Ilmi

Posted by Wordmobi

Rahasia khusyu’ dalam sholat

RAHASIA KHYUSU DALAM SHOLAT
habib mundzir dlm perjalanan ke monokrawe.jpg

Seorang ahli ibadah bernama Isam bin
Yusuf, dia sangat warak dan sangat
khusyuk solatnya. Namun dia selalu khawati kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan
selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk
memperbaiki dirinya yang selalu dirasakan
kurang khusyuk.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis pengajian
seorang abid bernama Hatim Al-Isam dan
bertanya :
“Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?”
Hatim
berkata :
“Apabila masuk waktu solat aku
berwudhu’ zahir dan batin.”

Isam bertanya,
“Bagaimana wudhu’ zhahir dan
batin itu?”
Hatim berkata,
“Wudhu’ zahir
sebagaimana biasa, yaitu membasuh semua anggota wudhu’ dengan air. Sementara
wudhu’ batin ialah membasuh anggota
dengan tujuh perkara :


1. Bertaubat

2. Menyesali dosa yang dilakukan
3. Tidak tergila-gilakan dunia

4. Tidak mencari/mengharap pujian orang
(riya’)

5. Tinggalkan sifat berbangga

6. Tinggalkan sifat khianat dan menipu

7. Meninggalkan sifat dengki”
Seterusnya Hatim berkata, “Kemudian aku
pergi ke masjid, aku kemaskan semua
anggotaku dan menghadap kiblat.
Aku
berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku
bayangkan Allah s.w.t. ada di hadapanku.

syurga di sebelah kananku,
neraka di sebelah kiriku,
malaikat maut berada di
belakangku,
dan aku bayangkan pula bahawa
aku seolah-olah berdiri di atas titian
‘Sirratul Mustaqim,
dan aku menganggap
bahwa solatku kali ini adalah solat
terakhirku,
kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.

Setiap bacaan dan doa dalam solat
, kufahami maknanya, kemudian aku ruku’ dan
sujud dengan tawadhu’, aku bertasyahhud
dengan penuh pengharapan dan aku memberi
salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun.”

saat Isam mendengar itu,
menangislah dia kerana membayangkan
ibadahnya yang kurang baik bila
dibandingkan dengan Hatim.

foto : Habib Mundzir bin Fuad Al-Musawwa dan rombongan
(salah satu ulama di jakarta saat dalam perjalanan dakwah ke pedalaman "kota injil" Manokwari )

sumber

Renungan tentang kematian

bismillah.jpg

Renungan ini Untuk saya khususnya, dan sahabat-sahabatku pada umumnya, yang mungkin terlalu sibuk bekerja.
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini.

Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih
untuk mendapatkan kesempatan membaca Renungan ini.
Aktifitas keseharian kita selalu mencuri
konsentrasi kita. kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya.
Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat
menakutkan.
Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita???

Berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis,
semoga dapat menjadikan hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal menunggu waktunya, semoga kita termasuk dalam orang-orang yang khusnul khotimah. amien…

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup
bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam.
Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata
kepada diri sendiri : “Alangkah sabarnya mereka .setiap hari begitu, benar-benar mengherankan!, Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.
Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku, Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan
Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati,
Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol..
Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan.
Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang- ambingkan ombak. Aku bingung dan
sering melamun sendirian, banyak waktu luang, pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh, tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.
Aku bosan dengan rutinitas.. Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang
bertugas disebuah pos jalan..
Ketika Kami asyik mengobrol, tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan.
Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.
Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian yang sungguh tragis, Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan.
Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada
dalam kondisi koma, Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah Muhammadur Rosulullah ” perintah temanku..
Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya
malah meluncur lagu-lagu, Keadaan itu membuatku merinding, Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat.. Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku
tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur
hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini.
Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi, keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.
Tak ada gunanya, Suara lagunya terdengar semakin melemah, lemah dan lemah sekali.. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua, Tak ada gerak, ternyata keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun, selama perjalanan hanya ada kebisuan, Hening…

Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara, Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk).
Ia berkata “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..
Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa
yang dilakukan olehnya selama di dunia.
“Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian, Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati.
Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku.

Hari itu, aku shalat khusyu’ sekali. Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku semula, Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang
menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa
waktu yang lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu.
Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala, Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang
yang sedang sekarat dahulu, Kejadian yang
menakjubkan…

Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu, sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.
Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota, Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika. Aku dengan seorang kawan, (bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama) cepat-cepat menuju tempat kejadian.
Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit
agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya begitu bersih. Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu.

Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya. Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur ‘an!!! dengan suara amat lemah.

“Subhanallah!!! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur ‘an, Darah mengguyur seluruh pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur ‘an dengan suaranya yang merdu, Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur ‘an seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian “Aku akan menuntunnya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu, apalagi aku sudah punya pengalaman”. aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur ‘an yang merdu itu. Sekonyong-konyong sekujur tubuhku
merinding, menjalar dan menyelusup ke
setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti, Aku menoleh kebelakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat, “Asyhadu an la ilaha illallah wa anna Muhammadur rosulullah”.

Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa.. Dia telah meninggal, Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku, Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sesampai di rumah sakit..
Kepada orang-orang di sana, kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan.

Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri
jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan… Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya.

Salah seorang petugas rumah sakit
menghubungi rumah almarhum. Kami ikut
mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya..

Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin.
Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya.
Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian.
Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.

sumber

Posted by Wordmobi

Sedikit Nasehat Tentang Sholat

kali ini, ane ga posting tentang sesuatu yg berhubungan dgn handphone, tapi ane mau menyampaikan amanat dari temen sekaligus guru ane, yg menyuruh ane tulis diblog ane.
———————————-
bismillah.jpg
Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

Wahai saudara seimanku…
Sepertinya Kita sudah lupa akan untuk apa kita diciptakan,,,
kita sudah tidak menghiraukan lagi kewajiban kita sebagai makhluk-Nya,,,
kita sudah lupa akan apa yang akan kita dapatkan jikalau kita melanggar perintah-Nya,,,

Allah berfirman di dalam Alquran :
Dan tidak Aku(Allah) ciptakan manusia dan jin, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
———————————-

Salah Satu perintah-Nya dan yg paling sering ditinggalkan adalah ” SHOLAT “, ALLAH mewajibkan kita sholat Hanya 5 waktu, tapi kenapa kita tidak mampu melakukannya?

kita mampu berkerja seharian,,
kita mampu mendorong mobil,,
mengangkat beras yg beratnya 50kg,,
kita mampu menonton bola semalaman,,
tapi, untuk melaksanakan Sholat kita tidak bisa??
padahal Sholat itu hanya 5 menit, itupun paling lama.
tapi, kenapa kita tidak mampu???

Kita kadang beralasan karna mencari uang buat nafkah keluarga,
Kita mengatakan, kalau tidak seperti ini, siapa yg memberi keluarga kita makan??.

Maaf teman, kalau kita beralasan seperti itu, kita salah besar, karna ROSULULLAH SAW. Dari dahulu telah bersabda yg artinya:
Perintahkanlah keluargamu untuk sholat, maka ALLAH akan memberikan kalian rizqi yg tak kalian duga-duga .”

Dan juga dikuatkan oleh Firman ALLAH SWT. di dalam AL-QUR_AN, yg artinya:
Perintahkanlah keluargamu untuk sholat, dan bersabarlah dalam mengerjakannya, kami tidak pernah bertanya kepada kalian tenteng rizqi, karena Kami yg memberi kalian riqzi, dan itu adalah hasil atas orang-orang yg bertaqwa .”

Coba kita lihat, dari dahulu ALLAH dan ROSULULLAH SAW. telah memberitahu pada kita, jadi kita tidak punya alasan untuk meninggalkan sholat.
———————————-

Wahai saudaraku,,
Apabila kita sholat, orang tua kita sholat, dan sluruh keluarga kita sholat, insya ALLAH kita akan mendapatkan Rizqi yg Lebih dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Dan Keutamaan yg lain, disebutkan oleh imam ‘Atho” Al-Khurosani :
Barang siapa yg sujud (sholat) kepada ALLAH di suatu tempat, maka tempat itu akan menjadi saksi atas sholatnya, dan apabila ia meninggal dunia, tempat itu akan menangis atas meninggalnya sampai hari kiamat nanti, dan disaat hari pembalasan, tempat itu akan berkata kepada ALLAH, dan menjadi saksi bahwa ia pernah sujud kepada ALLAH di atasnya .

Maka dari itulah, ayah-ayah, kakek-kakek kita, dan para ashlafuna Sholihin kita, ketika setelah mereka sholat di 1 bidang, mereka akan melanjutkan sholat sunnah di 1 bidang yg Lainnya, Itu mereka lakukan, tidak lain dan tidak bukan, karena mereka faham, semakin banyak mereka melakukan sholat di suatu bidang(tanah), semakin banyak pula yang akan menjadi saksi atas sholat mereka.
——————————————-

Dan kita juga tau, bahwa ancaman bagi orang yg meninggalkan sholat sangat berat, seperti disabdakan ROSULULLAH SAAW.

“BARANG SIAPA MENINGGALKAN SHOLAT DENGAN SENGAJA, MAKA DIA TERLEPAS DARI JAMINAN MUHAMMAD.”

Kemudian ROSULULLAH juga bersabda,
“setiap umatku akan masuk kedalam sorga, kecuali mereka yg tidak mau.”
mendengar pernyataan Rosulullah, para sahabat bertanya, “siapa yg tidak mau itu ya Rosulullah?
“Siapa yg taat kepadaku, ia akan masuk sorga, dan siapa yg tidak taat kepadaku, merekalah yg tidak mau.”
———————————-
Bagi yg tidak senang ataupun suka dengan postingan ini, diharapkan jangan memberikan komentar ataupun yg bermaksud untuk menjelekkan, menghina, dan lain sebagainya, karena tidak akan dijawab, dan segera dihapus.

Posted by Wordmobi

Tiga doa malaikat Jibril dan di_amin_kan oleh Rosulullah SAW.

bismillah.jpg

suatu ketika Rosulullah SAW. hendak berkhotbah, dan saat Rosulullah menaiki mimbar, di tangga pertama Rosululluah mengatakan “amin”, ditangga kedua Rosulullah mengatakan “amin”, dan di tangga ketiga pun Rosulullah kembali mengatakan “amin”.

Para sahabat bertanya-tanya, mengapa Rosulullah mengucapkan amin sampai 3x saat hendak berkhotbah.

muhammad saw.jpg

Setelah selesai Rosulullah SAW. berkhotbah, salah seorang sahabat bertanya kapada Rosulullah,
“ya Rosulullah, tadi kami melihat dan mendengar engkau mengucapkan kata “amin disetiap engkau menaiki tangga mimbar, apakah gerangan itu wahai kekasih ALLAH?

Rosulullah pun menjawab,
“disaat aku menaiki tangga partama, Jibril datang kepadaku dan bekata, “seseorang yang menemui orang tuanya dikala mereka hidup, tapi mereka tidak berbakti kepada orang tua mereka, maka mereka akan masuk ke dalam neraka, ucapkanlah amin ya Muhammad”, maka aku pun mengucapkan “amin”.

Di tangga kedua, Jibril pun berkata lagi kepadaku, “seseorang yg menemui bulan ramadhan, akan tetapi ia tidak mendapatkan pengampunan dari ALLAH, maka ia akan masuk ke dalam neraka, ucapkanlah amin ya Muhammad!, aku pun berkata “amin”.

Dan disaat aku menaiki tangga yg ketiga, Jibril pun kembali mengatakan kepadaku, “seseorang yg disebutkan namamu disisinya, akan tatapi ia tidak bersalawat kepadamu, maka ia kelak akan masuk ka dalam neraka, ucapkanlah amin ya Muhammad”, aku pun berkata “amin”.
ana-love-rasulullah.jpg

Posted by Wordmobi