Tagged: renungan

mengapa saya berhenti dari dunia karier??

Assalamualaikum,
Lama Ъќ posting, ane jd kangen ama blog kumuh ini, seperti dugaan ane, sampah betumpuk dimane-mane, huffttzz..

Bkn cma sama blog kmuh ini, ane jg kngen ma temen2 bloger, kapan neh kumpul2 lg, (kayak pernah ketemu aja,”̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ )

Kali ne, ane mo sharing satu kisah yg ane dpet dr kaskus, wlaupun kisah ini melelahkan mata yg membaca, tapi bsa meluluhkan hati yg meresapi.

Yuk qta resapi apa yg ada di kisah ini, coz kalo cma dibaca, cuma akan membuat mata lelah.

3
2
1
.
.
Sore itu sembari menunggu
kedatangan teman yang
akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga.

Aku mencoba menegurnya
dan duduk disampingnya,
mengucapkan salam, sembari berkenalan. Dan akhirnya pembicaraan sampai pula pada
pertanyaan itu.

“Anti sudah menikah?”.
“Belum ”, jawabku datar. Kemudian wanita berjubah
panjang (Akhwat) itu bertanya lagi
“kenapa?”
Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?”
aku mencoba bertanya.
“Menunggu suami” jawabnya
pendek.

Aku melihat kesamping
kirinya, sebuah tas laptop
dan sebuah tas besar lagi
yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya,
“Mbak kerja di mana?”

Entah keyakinan apa yang
membuatku demikian yakin
jika mbak ini memang seorang wanita pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya
mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan
hati.

“Kenapa?” tanyaku lagi.
Dia hanya tersenyum dan
menjawab,

“karena inilah PINTU AWAL kita wanita karir yang bisa membuat kita lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa
hubungannya? Heran. Lagi-
lagi dia hanya tersenyum.

“Saudariku, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah hanya ingin didatangi oleh laki-laki
yang baik-baik dan sholeh saja.

“Saya bekerja di kantor,
mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya.
Gaji saya 7 juta/bulan.
Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari dan es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Kamu tahu kenapa ?

Waktu itu jam 7 malam, suami saya menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang.
Setibanya dirumah, mungkin hanya istirahat yang terlintas dibenak kami wanita karir.

Ya, Saya akui saya sungguh capek sekali ukhty. Dan kebetulan saat itu suami juga bilang jika dia masuk angin dan kepalanya pusing.
Celakanya rasa pusing itu
juga menyerang saya. Berbeda dengan saya, suami saya hanya minta diambilkan air putih untuk minum, tapi saya malah berkata,

“abi, umi pusing nih, ambil sendiri lah !!”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan
cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya.

Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang
bukan mencucinya kalo bukan suami saya (kami memang berkomitmen untuk tidak memiliki khodimah)?
Terlihat lagi semua baju
kotor telah di cuci. Astagfirullah, kenapa abi
mengerjakan semua ini?
Bukankah abi juga pusing
tadi malam?

Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi
rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.

Rasa iba mulai memenuhi
jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali
panasnya. Saya teringat perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air putih saja saya membantahnya.

Air mata ini menetes, air mata karena telah melupakan hak-hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat
mbak ini cerita dengan
semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.

“Kamu tahu berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700 rb/ bulan. Sepersepuluh dari gaji saya sebulan. Malam itu saya benar-benar merasa sangat durhaka pada suami saya.

Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya dengan ikhlas dari lubuk hatinya. Setiap kali
memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata,

“Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah- mudahan Umi ridho”,

begitulah katanya. Saat itu saya baru merasakan dalamnya kata-kata itu.
Betapa harta ini membuat
saya sombong dan durhaka pada nafkah yang diberikan suami saya, dan saya yakin hampir tidak ada wanita karir yang selamat dari fitnah ini”

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang
diberikan suami. Wanita itu
sering begitu susah jika tanpa harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.

“Beberapa hari yang lalu,
saya berkunjung ke rumah
orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua, dan saudara-saudara saya justru tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Sesuai dugaan saya, mereka malah membanding-bandingkan
pekerjaan suami saya dengan yang lain.”

Aku masih terdiam, bisu
mendengar keluh kesahnya.
Subhanallah, apa aku bisa
seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“Kak, bukankah kita harus
memikirkan masa depan ? Kita kerja juga kan untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini mahal.
Begitu banyak orang yang
butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah.
Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak
duluan sebelum sama yang
ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya.

Dari 4 orang anak bapak,
Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh
saudara sendiri yang ingin
membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”.
Ceritanya kembali mengalir,
menceritakan ucapan adik
perempuannya saat
dimintai pendapat.

“anti tau, saya hanya bisa
menangis saat itu. Saya menangis bukan karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, Demi Allah bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya sudah DIPANDANG RENDAH olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia ?

Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam
hari ?

Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu
menenangkan hati saya ?

Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan ?

Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di
hadapannya hanya karena
sebuah pekerjaaan ?

Saya memutuskan berhenti
bekerja, karena tak ingin
melihat orang membanding-
bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya.

Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya.

Saya juga memutuskan
berhenti bekerja untuk
memenuhi hak-hak suami saya.
Saya berharap dengan begitu saya tak lagi membantah perintah suami saya.
Mudah-mudahan saya juga ridho atas besarnya nafkah itu.

Saya bangga dengan pekerjaan suami saya ukhty, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan
pekerjaan seperti itu.

Disaat kebanyakan orang
lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tetapi suami
saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi
istri dengan nafkah yang
halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.

Suatu saat jika anti mendapatkan suami seperti suami saya, anti tak perlu
malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anti pada orang lain. Bukan masalah
pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah,
semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang
haram”.Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis
padaku.

Mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkanku.
Kulihat dari kejauhan seorang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, wanita itu meninggalkanku.

Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang
begitu ridho.

Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang
menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling berkesan dalam hidupku.

Pelajaran yang membuatku
menghapus sosok pangeran
kaya yang ada dalam benakku.

سبحان الله والحمدلله ولا اله الا الله ولاحول ولاقوة الا بالله العلي العظيم.

Semoga pekerjaan, harta
dan kekayaan tak pernah
menghalangimu untuk tidak
menerima pinangan dari laki laki yang baik agamanya.

Sumber :
m.kaskus.us/thread/13452203/0/inilah-sebabnya-saya-memutuskan-berhenti-jadi-wanita-karir-saudariku

Kecintaan Rosulullah SAW. kepada umatnya

kaligrafi%2bnabi%2bmuhammad%2bsaw_2.jpg
Ketika surga dan neraka telah terkunci, dan semua umat manusia telah dimasukkan ke dalam surga dan neraka sesuai dengan amalannya dan mereka telah menikmati ganjaran atau merasakan hukuman atas apa yang mereka kerjakan dalam waktu yang begitu lama, Allah SWT menanyakan kepada Malaikat Jibril, subhanallah sesungguhnya Allah Mahatahu,
“Apakah ada umat Muhammad SAW yang masih tertinggal di dalam neraka ?”

Maka Malaikat Jibril pun pergi ke neraka, neraka yg begitu gelap tiba-tiba berubah menjadi terang benderang karena kedatangan Jibril.

Para penghuni Jahanam pun bertanya- tanya, siapakah yang datang, mengapa Jahanam tiba-tiba-tiba terang benderang.

Malaikat Jibril pun menjawab bahwa dia adalah Malaikat Jibril, yang diutus oleh Allah SWT. untuk mencari apakah ada umat Muhammad SAW. yang masih terselib di neraka Jahanam.

Tiba-tiba sekelompok orang berteriak,
“Sampaikan salam kami kepada Rasulullah SAW, beri tahukan keadaan kami di tempat ini kepada beliau."

Jibril pun keluar dari neraka Jahanam dan pergi ke surga untuk memberitahukan hal itu kepada Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW. begitu bersedih mendengar bahwa masih ada umatnya yang tertinggal di dalam neraka dalam waktu yang sudah begitu lama. Beliau tidak ridha ada umatnya yang masih tertinggal di neraka walau dosanya sepenuh bumi.

Rasulullah SAW pun bergegas hendak pergi neraka,
Tapi di perjalanan beliau terhadang oleh garis batas Malaikat Israfil. Tidak ada seorang pun boleh melintasi garis itu kalau tidak seizin Allah SWT.

Rasulullah SAW pun mengadu kepada Allah SWT, dan akhirnya beliau diizinkan. Tapi sesudah itu Allah SWT mengingatkan Rasulullah bahwa umat itu telah meremehkan beliau.
“Ya Allah, izinkan aku memberi syafa ’at kepada mereka itu walau mereka punya hanya punya iman sebesar zarrah.”

Sesampainya Rasulullah di neraka Jahanam, padamlah api neraka yang begitu dahsyat itu.

Penduduk Jahanam pun berucap,
“Apa yang terjadi, mengapa api Jahanam ini tiba-tiba padam?
Siapakah yang datang lagi ?”
Rasulullah SAW menjawab,
“Aku Muhammad SAW yang datang, siapa di antara kalian yang jadi umatku dan punya iman sebesar zarrah, aku datang untuk mengeluarkannya.”

Kita lihat.. demikianlah kecintaan Rasulullah kepada umatnya, beliau akan memperjuangkannya sampai di hadapan Allah SWT.
Lalu bagaimana kecintaan kita sebagai umat Rasulullah SAW kepada pribadi yang begitu agung itu?

apakah kita telah melakukan apa yg telah beliau perintahkan???
apakah kita telah menghindari dari apa2 yg telah beliau larang???
apakah telah kita dawamkan sunnah2 yg beliau kerjakan???
apakah kita telah bershalawat kepada beliau seperti yg ALLAH SWT. firmankan di dalam AL-QURAN???

"Sesungguhnya ALLAH dan para malaikat-Nya selalu bershalawat kepada nabi Muhammad, wahai orang-orang yg beriman, bershalawat-lah kalian kepadanya, dan bersalamlah kalian dgn salam yg sebaik-baiknya".

sumber: Madinatul Ilmi

Posted by Wordmobi

Renungan tentang kematian

bismillah.jpg

Renungan ini Untuk saya khususnya, dan sahabat-sahabatku pada umumnya, yang mungkin terlalu sibuk bekerja.
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini.

Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih
untuk mendapatkan kesempatan membaca Renungan ini.
Aktifitas keseharian kita selalu mencuri
konsentrasi kita. kita seolah lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya.
Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat
menakutkan.
Tahukah kita kapan kematian akan menjemput kita???

Berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis,
semoga dapat menjadikan hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal menunggu waktunya, semoga kita termasuk dalam orang-orang yang khusnul khotimah. amien…

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup
bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam.
Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata
kepada diri sendiri : “Alangkah sabarnya mereka .setiap hari begitu, benar-benar mengherankan!, Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk munajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.
Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku, Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan
Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati,
Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol..
Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan.
Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang- ambingkan ombak. Aku bingung dan
sering melamun sendirian, banyak waktu luang, pengetahuanku terbatas.

Aku mulai jenuh, tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.
Aku bosan dengan rutinitas.. Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang
bertugas disebuah pos jalan..
Ketika Kami asyik mengobrol, tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan.
Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.
Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian yang sungguh tragis, Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan.
Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada
dalam kondisi koma, Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah Muhammadur Rosulullah ” perintah temanku..
Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya
malah meluncur lagu-lagu, Keadaan itu membuatku merinding, Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat.. Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku
tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur
hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini.
Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi, keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.
Tak ada gunanya, Suara lagunya terdengar semakin melemah, lemah dan lemah sekali.. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua, Tak ada gerak, ternyata keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun, selama perjalanan hanya ada kebisuan, Hening…

Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara, Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk).
Ia berkata “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..
Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa
yang dilakukan olehnya selama di dunia.
“Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian, Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati.
Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku.

Hari itu, aku shalat khusyu’ sekali. Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali pada kebiasaanku semula, Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang
menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa
waktu yang lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu.
Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala, Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua orang
yang sedang sekarat dahulu, Kejadian yang
menakjubkan…

Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu, sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.
Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota, Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika. Aku dengan seorang kawan, (bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama) cepat-cepat menuju tempat kejadian.
Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit
agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya begitu bersih. Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu.

Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya. Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur ‘an!!! dengan suara amat lemah.

“Subhanallah!!! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur ‘an, Darah mengguyur seluruh pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.

Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur ‘an dengan suaranya yang merdu, Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur ‘an seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian “Aku akan menuntunnya membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu, apalagi aku sudah punya pengalaman”. aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur ‘an yang merdu itu. Sekonyong-konyong sekujur tubuhku
merinding, menjalar dan menyelusup ke
setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti, Aku menoleh kebelakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat, “Asyhadu an la ilaha illallah wa anna Muhammadur rosulullah”.

Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa.. Dia telah meninggal, Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku, Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sesampai di rumah sakit..
Kepada orang-orang di sana, kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan.

Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri
jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan… Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya.

Salah seorang petugas rumah sakit
menghubungi rumah almarhum. Kami ikut
mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya..

Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin.
Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya.
Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian.
Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.

sumber

Posted by Wordmobi

Sedikit Nasehat Tentang Sholat

kali ini, ane ga posting tentang sesuatu yg berhubungan dgn handphone, tapi ane mau menyampaikan amanat dari temen sekaligus guru ane, yg menyuruh ane tulis diblog ane.
———————————-
bismillah.jpg
Assalamu’alaikum wa rohmatullahi wa barokatuh.

Wahai saudara seimanku…
Sepertinya Kita sudah lupa akan untuk apa kita diciptakan,,,
kita sudah tidak menghiraukan lagi kewajiban kita sebagai makhluk-Nya,,,
kita sudah lupa akan apa yang akan kita dapatkan jikalau kita melanggar perintah-Nya,,,

Allah berfirman di dalam Alquran :
Dan tidak Aku(Allah) ciptakan manusia dan jin, kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
———————————-

Salah Satu perintah-Nya dan yg paling sering ditinggalkan adalah ” SHOLAT “, ALLAH mewajibkan kita sholat Hanya 5 waktu, tapi kenapa kita tidak mampu melakukannya?

kita mampu berkerja seharian,,
kita mampu mendorong mobil,,
mengangkat beras yg beratnya 50kg,,
kita mampu menonton bola semalaman,,
tapi, untuk melaksanakan Sholat kita tidak bisa??
padahal Sholat itu hanya 5 menit, itupun paling lama.
tapi, kenapa kita tidak mampu???

Kita kadang beralasan karna mencari uang buat nafkah keluarga,
Kita mengatakan, kalau tidak seperti ini, siapa yg memberi keluarga kita makan??.

Maaf teman, kalau kita beralasan seperti itu, kita salah besar, karna ROSULULLAH SAW. Dari dahulu telah bersabda yg artinya:
Perintahkanlah keluargamu untuk sholat, maka ALLAH akan memberikan kalian rizqi yg tak kalian duga-duga .”

Dan juga dikuatkan oleh Firman ALLAH SWT. di dalam AL-QUR_AN, yg artinya:
Perintahkanlah keluargamu untuk sholat, dan bersabarlah dalam mengerjakannya, kami tidak pernah bertanya kepada kalian tenteng rizqi, karena Kami yg memberi kalian riqzi, dan itu adalah hasil atas orang-orang yg bertaqwa .”

Coba kita lihat, dari dahulu ALLAH dan ROSULULLAH SAW. telah memberitahu pada kita, jadi kita tidak punya alasan untuk meninggalkan sholat.
———————————-

Wahai saudaraku,,
Apabila kita sholat, orang tua kita sholat, dan sluruh keluarga kita sholat, insya ALLAH kita akan mendapatkan Rizqi yg Lebih dari ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Dan Keutamaan yg lain, disebutkan oleh imam ‘Atho” Al-Khurosani :
Barang siapa yg sujud (sholat) kepada ALLAH di suatu tempat, maka tempat itu akan menjadi saksi atas sholatnya, dan apabila ia meninggal dunia, tempat itu akan menangis atas meninggalnya sampai hari kiamat nanti, dan disaat hari pembalasan, tempat itu akan berkata kepada ALLAH, dan menjadi saksi bahwa ia pernah sujud kepada ALLAH di atasnya .

Maka dari itulah, ayah-ayah, kakek-kakek kita, dan para ashlafuna Sholihin kita, ketika setelah mereka sholat di 1 bidang, mereka akan melanjutkan sholat sunnah di 1 bidang yg Lainnya, Itu mereka lakukan, tidak lain dan tidak bukan, karena mereka faham, semakin banyak mereka melakukan sholat di suatu bidang(tanah), semakin banyak pula yang akan menjadi saksi atas sholat mereka.
——————————————-

Dan kita juga tau, bahwa ancaman bagi orang yg meninggalkan sholat sangat berat, seperti disabdakan ROSULULLAH SAAW.

“BARANG SIAPA MENINGGALKAN SHOLAT DENGAN SENGAJA, MAKA DIA TERLEPAS DARI JAMINAN MUHAMMAD.”

Kemudian ROSULULLAH juga bersabda,
“setiap umatku akan masuk kedalam sorga, kecuali mereka yg tidak mau.”
mendengar pernyataan Rosulullah, para sahabat bertanya, “siapa yg tidak mau itu ya Rosulullah?
“Siapa yg taat kepadaku, ia akan masuk sorga, dan siapa yg tidak taat kepadaku, merekalah yg tidak mau.”
———————————-
Bagi yg tidak senang ataupun suka dengan postingan ini, diharapkan jangan memberikan komentar ataupun yg bermaksud untuk menjelekkan, menghina, dan lain sebagainya, karena tidak akan dijawab, dan segera dihapus.

Posted by Wordmobi

Sebuah Renungan Tentang Aku Dan Kalian

bismillah.jpg
Oh Saudaraku..
Aku dan engkau hanyalah satu sel dari 1 Milyar sel yang terkumpul dalam beberapa tetes cairan kental..

cairan kental yang mengalir dari dahsyatnya birahi manusia sebelumku dan sebelummu..

1 Milyar sel itu bertebaran di vagina, berjuang mencapai kehidupan alam rahim..

maka 1 Milyar sel itu gagal kesemuanya, mereka semua mati dan terbuang,,
hanya satu sel yang berhasil selamat ke alam rahim..

"ITULAH AKU DAN ENGKAU.."

satu-satunya yang berhasil selamat dari 1 Milyar saudaraku dan saudaramu yang musnah..

kemudian aku dan kalian pun hidup bertebaran memenuhi bumi..

lalu mati dan dibenamkan didalam kubur..

kuburan kita pun yang harus dalam..

agar bau busuk yang dahsyat kelak, tak terbaui dan mengganggu manusia lain yang masih belum jadi bangkai seperti kita..

mayat.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg

aku dan kalian akan sendiri..

tak ada teman terdekat sekalipun
yang mau menemani di kubur kita..

tak satupun dari mereka mau perduli terhadap hewan tanah yang menggerogoti kita..

lalu hewan tanah akan menggerogoti tubuh ini sedikit demi sedikit..

berkeliaran di paru-paru kita..

dan mungkin menjadikan otak kepala ini, sebagai tempatnya bertelur..

Lalu aku dan kalian akan habis menjadi tulang..

Dan habis lebur menjadi tanah..

musnah..

tak lagi terlihat bentuk ini..

tak lagi ada suara ini..

wujud ini..

semua habislah sudah begitu saja..

Wahai aku dan kalian..

ingatlah bahwa maut membayangi aku dan kalian,,
lebih dekat dari bayangan kita sendiri..

dan ingatlah bahwa satu nafas kita adalah selangkah menuju ajal.

Posted by Wordmobi

Tiga doa malaikat Jibril dan di_amin_kan oleh Rosulullah SAW.

bismillah.jpg

suatu ketika Rosulullah SAW. hendak berkhotbah, dan saat Rosulullah menaiki mimbar, di tangga pertama Rosululluah mengatakan “amin”, ditangga kedua Rosulullah mengatakan “amin”, dan di tangga ketiga pun Rosulullah kembali mengatakan “amin”.

Para sahabat bertanya-tanya, mengapa Rosulullah mengucapkan amin sampai 3x saat hendak berkhotbah.

muhammad saw.jpg

Setelah selesai Rosulullah SAW. berkhotbah, salah seorang sahabat bertanya kapada Rosulullah,
“ya Rosulullah, tadi kami melihat dan mendengar engkau mengucapkan kata “amin disetiap engkau menaiki tangga mimbar, apakah gerangan itu wahai kekasih ALLAH?

Rosulullah pun menjawab,
“disaat aku menaiki tangga partama, Jibril datang kepadaku dan bekata, “seseorang yang menemui orang tuanya dikala mereka hidup, tapi mereka tidak berbakti kepada orang tua mereka, maka mereka akan masuk ke dalam neraka, ucapkanlah amin ya Muhammad”, maka aku pun mengucapkan “amin”.

Di tangga kedua, Jibril pun berkata lagi kepadaku, “seseorang yg menemui bulan ramadhan, akan tetapi ia tidak mendapatkan pengampunan dari ALLAH, maka ia akan masuk ke dalam neraka, ucapkanlah amin ya Muhammad!, aku pun berkata “amin”.

Dan disaat aku menaiki tangga yg ketiga, Jibril pun kembali mengatakan kepadaku, “seseorang yg disebutkan namamu disisinya, akan tatapi ia tidak bersalawat kepadamu, maka ia kelak akan masuk ka dalam neraka, ucapkanlah amin ya Muhammad”, aku pun berkata “amin”.
ana-love-rasulullah.jpg

Posted by Wordmobi

Malu, Adil, Taubat, dan Dermawan

bismillah.jpg

4 amal mulia jika dikerjakan oleh 4 golongan, dan menjadi lebih mulia jika dilakukan oleh 4 golongan lainnya.

1. Malu
laki-laki yg mempunyai rasa malu kepada Allah itu mulia, tapi akan lebih mulia jika perempuan yg mempunyai rasa malu kepada Allah.

2. Adil
Setiap orang yg adil itu mulia, tapi akan lebih mulia jika para pemimpin berlaku adil .

3. Taubat
Seorang lanjut usia yg bertobat kepada Allah itu mulia, tapi akan lebih mulia jika yg bertobat adalah seorang pemuda.

4. Dermawan
orang kaya yg dermawan itu mulia, tapi akan lebih jika seorang miskin yg dermawan.

Posted by Wordmobi