Category: ilmu

Wudhu’, fardhu dan sunnah wudhu’.

السلام عليكم و رحمةالله و بركاته

Di dalam hukum agama islam, ALLAH mewajibkan atas ummat Rosulullah SAW. Utk melakukan sholat 5 waktu di setiap harinya, dan sebagaimana Ɣƍ kita ketahui, sholat tidak akan diterima jika kita tidak berwudhu’ sebelumnya, maka dari itu, disini ane ingin meng-share apa itu wudhu’, fardhu-fardhu wudhu’, dan sunnah-sunnah wudhu’.

Di dalam kitab “Safinatun Najah” karangan imam Salim bin Samir Al-Hadromy, wudhu itu adalah membasuh sebagian anggota badan, dgn niat Ɣƍ khusus.

-fardhu-fardhu wudhu’ ada 6 (enam), yaitu :
1. NIAT
Disetiap ibadah, kita diharuskan memulai dgn niat, begitu pula wudhu, wudhu’ juga harus dimulai dgn niat.

Dan sebagaimana lazim niat wudhu’ orang-orang islam diseluruh dunia, inilah bacaan niat ketika hendak memulai wudhu’ :
نويت الوضوء لرفع الحدث الأصغر لله تعالى

2. MEMBASUH WAJAH
Fardhu Ɣƍ kedua adalah membasuh wajah, adapunwajah mempunyai batasan, yaitu dari pangkal kening hingga ujung dagu, dan diantara 2 anak telinga. Maka batasan itu harus terkena air saat kita membasuh wajah kita.

3. MEMBASUH TANGAN HINGGA SIKU.
Fardhu Ɣƍ ketiga adalah membasuh kedua tangan kita dimulai dari ujung jari sampai ujung siku, atau sebaliknya tidak masalah, Ɣƍ terpenting adalah tidak ada sesuatu apapun Ɣƍ menghalangi air masuk ke kulit.

4. mengusap sebagian kepala.
Fardhu Ɣƍ ke empat adalah mengusapkan air kekepala, diperbolehkan hanya mengusap Rambut, asalkan rambut Ɣƍ diusap tidak melebih dari bagian kepala, seperti ujung rambut panjang pada wanita.

5. membasuh kaki hingga mata kaki.
Anggota selanjutnya adalah kaki, diwajibkan mengalirkan air dari ujung jari kaki sampai mata kaki atau sebaliknya.

6. tertib
Dan Ɣƍ terakhir adalah melakukan 5 fardhu-fardhu diatas dgn tertib, tertib disini adalah melakukan fardhu dgn fadhu Ɣƍ lain secara berurutan.

Maka, jika telah melakukan fardhu-fardhu Ɣƍ disebutkan diatas, maka sah lah wudhu kita, dan kita boleh melakukan sholat, memegang Al-Quran, atau ibadah-ibadah lain Ɣƍ diharuskan berwudhu sebelumnya.

Adapun berkumur-kumur, membasuh hidung, dan lainnya adalah hal sunnah, akan tetapi alangkah baiknya kita melakukan sunnah-sunnahnya, sehingga wudhu kita pun menjadi sempurna.

Diantara sunnah-sunnah wudhu adalah :
1. Bersiwak sebelum wudhu.
2. Membasuh kedua tangan hingga pergelangan.
3. Berkumur-kumur.
4. Memasukkan air kedalam hidung.
5. Membasahi seluruh kepala.
6. Membasuh telinga.
7. Menyela jari-jari tangan dan kaki.
8. Mengusap tengkuk(bagian belakang leher).
Dan masih banyak lagi sunnah-sunnah wudhu Ɣƍ belum ane sebutkan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi ane sendiri, dan bagi siapapun Ɣƍ membaca, tidak lain dan tidak bukan, ane hanya ingin berbagi ilmu Ɣƍ ane dapetkan dari ustadz Ɣƍ mengajar di rumah ane.

Akhir kata ana ucapkan,
“Keutamaan hanya kepunyaan ALLAH.
السلام عليكم و رحمةالله و بركاته

N.B.
Tulisan diatas, adalah menurut Madhab Imam Syafi’i, dan terdapat dalam kitab “safinatun Najah” karangan Syech Salim bin samir Al-hadromy.

Hal-hal yg dapat membatalkan ibadah Puasa

berikut ini ane mau berbagi ilmu yg ane dapatkan dari guru ane tentang apa-apa yg dapat membatalkan ibadah puasa.

1. Masuknya sesuatu benda ke dalam tubuh.
Masuknya suatu benda ke dalam tubuh seperti makanan, minuman, ataupun yg lainnya, atau masuk kejaringan otak seperti obat yg dimasukkan melalui hidung maka akan membatalkan puasanya.
Dan juga akan membatalkan puasanya jika benda tersebut masuk melalui lubang-lubang yg terbuka seperti mulut, telinga, hidung, dubur dan lain-lain.

Akan tetapi jika hal tersebut masuk melewati lobang-lobang selain itu tidak membatalkan puasanya, seperti suatu benda yg masuk ke kelopak mata, termasuk memakai obat tetes mata, dan juga masuknya air lewat pori-pori.

Dan jika masuknya suatu benda ke dalam tubuh karena lupa atau dipaksa seseorang yg mengancam keselamatan dirinya, maka tidak membatalkan puasanya.

2. Bersetubuh.
Bersetubuh di siang bulan ramadhan akan membatalkan puasanya.

Yg dimaksud bersetubuh disini adalah masuknya “zakar” ke dalam “vagina” seorang wanita, baik itu istrinya sendiri ataupun bukan istrinya, mengalami orgasme atau tidak, sebentar atau lama, maka batal lah puasa keduanya, kecuali dilakukannya karena lupa, atau dipaksa yg akan mengancam keselamatan dirinya.

3. Haid dan Nifas
jika seorang wanita yg berpuasa, kemudian keluar darah haid atau nifas sebelum terbenamnya matahari hari itu (waktu buka), maka batallah puasanya, walaupun darah yg keluar hanya sedikit.

4. Melahirkan.
Jika pada saat berpuasa seorang wanita melahirkan, maka batal lah puasanya, baik anak yg dilahirkan sempurna atau keguguran, dan walaupun baru berupa segumpal darah.

5. Sengaja memuntahkan sesuatu dari perut.
Berusaha memuntahkan sesuatu dari dalam perut saat berpuasa sangat dilarang, dan apabila keluar sesuatu dari dalam perut dari usaha tersebut, maka batallah puasanya.

Lain halnya jika keluarnya sesuatu dari dalam perut karena tidak disengaja, seperti sakit atau mabuk perjalanan, maka tidak membatalkan puasanya, akan tetapi ia wajib berkumur-kumur sehingga sisa muntahannya tidak masuk lagi ke dalam perut.

6. Istimna'
istimna’ ialah berusaha mengeluarkan air mani (sperma) dgn cara onani/masturbasi, baik dgn tangannya sendiri ataupun dgn tangan orang lain, dgn alat atau tidak.
Begitu pula jika keluarnya karena berciuman atau berpelukan, maka batallah puasanya.

Akan tetapi tidak batal puasanya jika yg keluar hanya air “madzi”, juga tidak batal pula jika keluarnya mani disebakan karna ihtilam (mimpi).

7. Murtad.
Batallah puasanya Orang yg murtad, walaupun hanya sebentar lalu ia mengucapkan 2 kalimat syahadat lagi.

Baik murtadnya dgn perkataan seperti mencela ALLAH, dgn pekerjaan seperti menyembah berhala, ataupun dgn niat, seperti niat akan keluar dari Islam.

8. Gila
apabila seorang yg berpuasa tiba-tiba gila, maka batallah puasanya, walaupun hanya sebentar. Akan tetapi ia tidak wajib men-qodho’ puasanya.

Dan apabila ia sadar sebelum matahari terbenam di hari itu, maka ia disunnahkan untuk “imsyak” atau menahan diri dari apa-apa yg membatalkan puasa, dan disunnahkan men-qodho puasanya.

9. Pingsan atau mabuk
Pingsan dan mabuk termasuk pekerjaan yg membatalkan puasa, asalkan terjadi sepanjang hari, ya itu dari mulai terbitnya fajar shodiq sampai werbenamnya matahari.

Akan tetapi jika seseorang tidur dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari, maka tidak lah batal puasanya.
————————
dinukil dari kitab : “SUDAH SAHKAH PUASA ANDA ?” Karangan Ustadz Saggaf Hasan Baharun,
S.HI.
Pemimpin yayasan Pondok Pesantren
Darullughoh Wadda’wah.